Friday, April 5, 2013

perbedaan orang muslim dan kristen


Tuhan Orang Kristen Dan Muslim: Apanya Yang Tidak Sama?

Roland Clarke

Satu generasi yang lalu, banyak masyarakat di negara Barat (termasuk juga orang-orang Kristen) berasumsi bahwa pengikut kepercayaan lain juga menyembah Tuhan yang disembah orang Kristen. Asumsi ini muncul karena melihat banyaknya agama yang ada di muka bumi. Namun, zaman sekarang, orang-orang Kristen justru mendengar pernyataan ini langsung dari mulut tetangga atau teman sekerja Muslim mereka – yang baru saja bermigrasi ke negara Barat dalam jumlah besar dan sekarang merupakan kelompok non-Kristen terbesar. Sudah bukan hal yang aneh lagi bila mendengar seorang teman Muslim yang ramah berkata kepada tetangga Kristennya, "Anda tidak terlalu berbeda dari kami…kami menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan Anda." Di era yang didominasi oleh pluralisme religius dan toleransi terhadap kebudayaan bangsa lain, orang-orang Kristen semakin dibingungkan oleh pertanyaan, Apakah Muslim menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan orang Kristen?
Jika seseorang hanya berfokus pada kesamaan tertentu, mungkin akan mudah untuk menyetujuinya, terutama jika Anda menganggap bahwa Muslim percaya – sebagaimana orang Kristen – pada Tuhan yang Esa, Sang pencipta alam semesta. Bukan itu saja. "Tuhan", dalam Alkitab berbahasa Arab diterjemahkan sebagai "Allah" – kata yang sama yang digunakan oleh Muslim. Jadi pertanyaan mengenai apakah orang Kristen dan Muslim menyembah Tuhan yang sama akan terus dikumandangkan, dan semakin sering terdengar, seiring dengan pertambahan masyarakat Muslim, bukan saja di negara-negara Barat, tapi di seluruh dunia.
Ijinkan saya untuk mengklarifikasi bahwa tujuan kami bukan untuk memperdebatkan antara penggunaan kata Tuhan atau Allah, seakan-akan kita harus menggunakan terjemahan baru bagi Alkitab berbahasa Arab. Tujuan kami hanyalah ingin mendiskusikan kualitas karakter inti dari TUHAN. Sebab sekalipun 'Ke-Esa-an' merupakan atribut utama dari Tuhan, tetapi bukankah ada karakter kunci lain yang membedakan karakter TUHAN dari dewa-dewa yang lain – ciri-ciri yang membuktikan bahwa DIA lebih besar? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kami bahas.
Sekarang, setelah kita memahami pertanyaan tersebut dengan jelas, pembaca tentunya ingin tahu, "Bagaimana saya, sebagai seorang Kristen, menanggapi tetangga saya?" Haruskah saya langsung mengungkapkan aspek-aspek Islam yang salah? Haruskah saya memulai dengan menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua iman kepercayaan? Sebagai contoh, Qur’an – dengan tegas – menolak Tuhan sebagai Bapa. Muslim dengan tegas menolak Tuhan Yesus sebagai Anak Allah dan mereka dengan tegas pula tidak mengakui kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitanNya – yang merupakan makna inti dari Injil.
Bisa jadi kita akan memancing pertengkaran jika kita memulai pembicaraan dengan topik-topik seperti itu. Sebagai alternatif lain adalah dengan memulai pembicaraan tentang kepercayaan umum, seperti ke-Esa-an TUHAN. Ini akan menjadi pendekatan yang lebih bijaksana. Bukan saja topik ini konsisten dengan contoh mengenai kasih yang kita lihat dalam kehidupan Yesus (terutama dengan orang-orang biasa), topik ini juga sejalan dengan pengajaran para rasul. (Yohanes 4:1; Korintus 9:19-22; 1 Petrus 3:15-16; 2 Timotius 2:22-26)
Jika tujuan kita adalah bicara tentang kebenaran dengan kasih – sebagaimana diinstruksikan Alkitab – sudah semestinyalah kita menggunakan pendekatan yang lembut. Kita dapat dengan ramah menanggapi komentar teman Muslim kita menyangkut Muslim dan orang Kristen menyembah Tuhan yang sama. Boleh dikatakan kita membebaskan mereka dari segala prasangka. Dapat dipastikan bahwa teman kita akan menemukan – lewat pembahasan yang lebih mendalam – bahwa bukti-bukti akan menunjuk ke arah jawaban yang berbeda.
Kita dapat berkata, Saya percaya kepada TUHAN yang Esa, sebagaimana tertulis dalam perintah yang pertama, "Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu" (Keluaran 20:3). Dengan mengambil pendekatan ini kita dapat menenangkan teman Muslim kita karena kepercayaan ini adalah landasan bagi imannya. Bahkan, sebagian besar Muslim menyadari bahwa perintah ini adalah perintah pertama (dari 10 perintah) yang Allah nyatakan lewat nabi Musa.
Adalah penting untuk tidak hanya memberitahu teman kita versi pendek dari perintah ini. Kita harus bacakan keseluruhan pernyataan seperti yang tercatat dalam Keluaran 20:2-3, "AkulahTUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu." Cerita dalam kitab Keluaran, sebagaimana yang diceritakan dalam Quran – dalam sejumlah hal bersesuaian dengan cerita Alkitab – walaupun versi Islam telah menghilangkan cerita tentang tulah ke-10 dan anak domba Paskah. Pada kenyataannya, Muslim tahu benar akan garis besar cerita penyelamatan ini, termasuk klimaks penyelamatan saat Tuhan membelah Laut Merah. Oleh karenanya, Muslim cenderung setuju dengan perintah pertama yang tertulis di Keluaran 20:2-3.
Kelihatannya – di permukaan – umat Islam mengenal Allah yang menggunakan kuasa penyelamatan yang dahsyat demi umat Israel yang tak berdaya menghadapi tentara Mesir yang luar biasa jumlahnya! Sayangnya, bagi sebagian besar Muslim, aksi penyelamatan yang sangat mengagumkan ini tidak mereka hargai. Benar, mereka setuju bahwa Allah 'berkuasa untuk menyelamatkan', tetapi mereka mengabaikan arti sesungguhnya karena mereka tidak memasukkan nama Juruselamat ke dalam daftar 99 nama Allah mereka yang terkemuka (tidak disebutkan juga dengan istilah lain yang artinya mendekati, seperti Sang Penebus atau Sang Pembebas).
Sebaliknya, Alkitab berulang-ulang menekankan kuasa penyelamatan Tuhan, untuk menunjukkan bagaimana kuasa tersebut berfungsi sebagai standar kriteria yang membedakanTUHAN yang sesungguhnya dengan dewa-dewa yang lain. Hal ini jelas terlihat dari laporan Musa kepada Yitro, mertuanya, seorang pendeta Midian. Inilah yang dilaporkan Musa kepadanya, segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel. Dia juga menceritakan tentang semua kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan umatNya dari segala kesulitan. Yitro bersukacita ketika ia mendengar tentang semua kebaikan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel saat Ia menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir. Yitro berkata, "Terpujilah TUHAN, yang  telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun…Sekarang aku tahu bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah."(Keluaran 18:8-11, penekanan oleh penerjemah)
Apa tanggapan Muslim saat mereka mendengar cerita yang luar biasa ini? Mereka percaya bahwa Tuhannya Musa lebih besar dari tuhan yang lain. Logikanya cukup sederhana dan langsung. Tetapi kita tidak boleh menganggap bahwa satu cerita ini saja sudah cukup. Kebenaran bahwa TUHAN 'berkuasa untuk menyelamatkan' perlu dipertegas dengan membacakan kisah-kisah para nabi lainnya.
Salah satu contoh yang bagus adalah nabi Hosea yang datang ratusan tahun setelah Musa. Orang-orang Israel sangat pelupa sehingga para nabi harus selalu mengingatkan mereka agar hanya menyembah TUHAN saja. Kita membaca di Hosea 13:4, "Tetapi aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir, engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak adajuruselamat selain dari Aku." (huruf tebal ditambahkan untuk penekanan)
Sebagian besar Muslim setuju bahwa Hosea 13:4 menggemakan perintah (hukum) yang pertama, tetapi bagian akhir yang menyatakan "tidak ada juruselamat selain dari Aku" terdengar asing di telinga mereka. Ada beberapa Muslim yang tidak mengakui sebutan ini valid bagi zaman sekarang, dan sebagian lagi menolak keras penggunaan sebutan juruselamat tersebut. Seorang Kristen yang paham akan hal ini akan bersikap toleran dan sabar, karena dia memahami hikmat untuk berangsur-angsur "menyingkap firman-firman-Mu [sehingga memberi penerangan dan] pengertian pada orang-orang sederhana." (Mazmur 119:130, lihat juga 2 Timotius 2:24-26)
Ruang tidak mengijinkan kita untuk menjelaskan mengapa Muslim memberikan respon berbeda terhadap sebutan ilahi Sang Juruselamat (bahkan menunjukkan sikap yang menentang). Namun demikian, menarik sekali karena reaksi ini mengingatkan kita akan pertanyaan yang memicu pembahasan ini: "Apakah Muslim dan Kristiani menyembah Tuhan yang sama?"
Tentu saja ada beberapa Muslim yang mengantisipasi kemana arah topik ini dan akan mengambil kesimpulan terlalu cepat. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan memutuskan lebih dulu jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun, marilah kita berasumsi bahwa ini menunjukkan bahwa teman Muslim yang kita ajak bicara ini masih terus memberikan lampu hijau pada kita. Dialog diteruskan dalam suasana kedua pihak menunjukkan sikap saling menghormati dan bersedia menerima pengajaran.
Yunus adalah seorang nabi yang dikenal umat Islam sebagai orang yang diselamatkan Tuhan dari pengalaman mendekati kematian. Seiring dengan berjalannya cerita, para nelayan menjadi orang-orang pertama yang selamat dari ancaman tenggelam. Anda ingat bagaimana mereka berdoa mati-matian pada berhala-berhala mereka sementara badai mengamuk di sekeliling mereka. Tetapi berhala mereka tidak mampu menyelamatkan mereka. Namun, akhirnya mereka melakukan instruksi Yunus dan laut yang mengamuk tiba-tiba reda. Nyawa mereka diselamatkan, "mereka terpesona oleh kuasa TUHAN yang besar dan mereka mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN dan bernazar akan melayani Dia."(Yunus 1:16)
Yunus nyaris tidak selamat dari amukan badai, dan kemudian dia mengalami kejadian yang sangat dekat dengan kematian – ditelan oleh seekor monster laut raksasa. Namun, secara ajaib ia diselamatkan oleh Tuhan. Dari dalam perut ikan tersebut, Yunus berdoa, "Namun Engkau, Ya TUHAN Allahku, menarikku dari liang kubur! Mereka yang menyembah berhala kesia-siaan meninggalkan Dia yang mengasihi mereka dengan setia. Tetapi aku akan mempersembahkan korban bagiMu dengan pujian-pujian...Karena keselamatanku berasal dari TUHAN." (Yunus 2:6-9)
Ada sebuah kisah yang tidak pernah diceritakan dalam Quran tetapi merupakan bacaan yang menarik bagi Muslim – kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka melawan perintah raja, yakni perintah untuk menyembah berhala. Setiap Muslim pasti setuju bahwa ini merupakan tindakan yang berani dan mulia. Mereka menghadapi ancaman hukuman dari raja Nebukadnezar karena melawan perintahnya. Hukuman mati berupa dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka bersedia mati daripada harus menyangkali TUHAN – suatu tindakan yang sangat mengagumkan dan heroik (teristimewa dalam pandangan Muslim). TUHAN menyelamatkan mereka secara ajaib sehingga membuat kagum Nebukadnezar, dan ia memerintahkan semua orang dalam kerajaannya, "Aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal…Tidak ada allah lain yang dapat menyelamatkan seperti ini." (Daniel 3:29)
Kesemua kisah ini memperlihatkan bahwa TUHAN 'berkuasa untuk menyelamatkan'. Bukan hanya itu, di dalam tiap kisah, para penyembah berhala dihadapkan pada TUHAN yang sesungguhnya, TUHAN yang patut disembah. Masing-masing cerita memperkuat apa yang kita pelajari dari Yitro – bahwa kuasa penyelamatan TUHAN mencirikan Dia sebagai TUHAN yangbenar-benar unik (dan lebih besar) dibandingkan dewa-dewa berhala lainnya. Sembari membahas kisah-kisah ini dengan teman-teman kita, kita harus banyak berdoa agar Roh TUHAN membangkitkan rasa lapar yang mendalam di dalam diri mereka agar mereka tertarik untuk membaca Alkitab.
Sekarang marilah kita refleksikan sekali lagi cerita Keluaran. Namun, kali ini kita akan memberikan perhatian khusus pada implikasinya terhadap seluruh dunia. Perhatikan bagaimana TUHAN berkata pada Firaun, "akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi" (Keluaran 9:16). Firaun tetap mengeraskan hatinya sementara serangkaian konfrontasi terjadi antara dirinya dan Musa. Firaun tetap mengeraskan hatinya dan tulah yang menyerang semakin parah. Akhirnya TUHAN menyerang Firaun dan rakyatnya dengan tulah yang lebih buruk dari segala bencana yang pernah dialami bangsa Mesir atau yang akan mereka alami di masa yang akan datang (Keluaran 11:6)! Gelombang bencana tersebut demikian besarnya hingga bergema ke seluruh dunia dan dampaknya masih dirasakan sampai hari ini. Epik cerita Keluaran telah menggema selama berabad-abad, apalagi setelah dipopulerkan 60 tahun yang lalu melalui film block buster: "The Ten Commandments".
Lama setelah sebagian besar film telah dilupakan, film ini masih terus terjual; bahkan, beberapa tahun yang lalu film ini telah diformat dalam bentuk digital. Dan, tentu saja, saat ini kisah Keluaran bahkan makin terkenal luas sejak Steven Spielberg memproduksi film animasinya,"The Prince of Egypt". Seperti The Ten Commandments, film ini beredar di seluruh dunia, bahkan telah di-dubbing ke dalam 17 bahasa! Pikirkanlah, dan Anda akan menyadari bahwa kisah epik ini tidak hanya menarik bagi umat Islam tetapi juga pemeluk kepercayaan lain, seperti Sikh, Jain, New Agers dan bahkan Hindu! Terbentang kemungkinan yang tak terbatas untuk membagikan kisah Keluaran ini dengan pemeluk agama-agama yang lain.
Penting artinya bahwa film ini telah membantu menyebarkan kemasyhuran Tuhan Israel – TUHAN yang telah memberikan 10 perintah melalui Musa. Walaupun banyak Muslim setuju bahwa TUHAN memperoleh kemasyhuran di seluruh dunia dan kehormatan dengan menaklukkan Firaun dan dewa berhalanya, sebagian mungkin lebih memilih untuk mengatakan bahwa titel Juruselamat memiliki relevansi khusus hanya bagi orang Yahudi saja. Bukankah yang diselamatkan itu adalah bangsa Israel, jadi sudah sepatutnya mereka menghormati Dia sebagai Juruselamat. Apakah bangsa-bangsa lain mau mengakui Dia sebagai Juruselamat atau tidak, itu adalah urusan lain.
Jika saja Muslim bersedia membaca kisah para nabi, mereka akan menyadari bahwa TUHAN dengan jelas memerintahkan seluruh dunia untuk menghormati DIA justru dengan menggunakan titel khusus ini. Sebagaimana tertulis, "Tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Biarlah seluruh bumi berpaling kepadaKu untuk diselamatkan! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah;…dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa." (Yesaya 45:21-23)

Bagaimana Tuhan Juruselamat (bangsa Yahudi) Membawa Keselamatan Bagi Seluruh Dunia?
Kita telah melihat bagaimana para nabi di PL (Perjanjian Lama) memuji Tuhan yang telah menyelesaikan usaha pembebasan yang besar. Tetapi ada hal lain yang disorot para nabi, yang hampir identik dengan kuasa penyelamatan, yaitu keselamatan. Para nabi menubuatkan bahwa utusan TUHAN akan datang – yaitu Sang Mesias. TUHAN menjelaskan misi Sang Mesias dengan mengatakan, "Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yesaya 49:6)
Tujuh ratus tahun kemudian kita kini membaca dalam Injil bagaimana nubuat nabi Yesaya dipenuhi saat Yesus Kristus (Al Masihu Isa) dilahirkan. Perhatikan bagaimana cerita kelahiran Kristus ini – di Alkitab dan di Quran – memberitakan tentang nama khusus yang dinyatakan lewat malaikat (Surah 3:45; Matius 1:21). Kepercayaan umum ini cocok untuk didiskusikan dalam suasana bersahabat di antara Muslim dan umat Kristiani. Lebih jauh lagi, jika kita renungkan tanda ajaib Allah ini (lihat Surah 30:21; 21:91), diskusi kita bisa jadi semakin menarik, seakan "dibumbui dengan garam" (Kolose 4:6). Harapan kita adalah bahwa teman Muslim kita akan termotivasi untuk mencari tahu secara khusus bagaimana Sang Mesias membawa keselamatan.
Bicara soal pemberian nama anak, menarik sekali melihat bagaimana Muslim cenderung memilih nama yang mengandung makna bagi anak-anak mereka. Jika kita terapkan hal ini terhadap cara TUHAN memilih nama bagi Mesias yang baru lahir, kita akan menemukan wawasan yang luar biasa. Saya sudah bertanya kepada banyak Muslim, "Menurut kamu, apakah TUHAN memilih nama Yesus/Isa secara acak seperti memilih undian lucky draw atau DIA dengan terencana memilih nama tersebut secara bijaksana?" Menurut Anda, bagaimana jawaban mereka? Mereka secara konsisten akan mengatakan bahwa Tuhan tidak mungkin sekedar memilih nama "hoki". DIA dengan sengaja memilih nama tersebut sesuai dengan apa yang DIA ketahui tentang masa depan. Seperti yang dikatakan salah satu penulis Muslim, nama mencerminkan kepribadian seseorang atau pencapaiannya. Sebagai orang Kristen, tidak ada yang lebih kita setujui lagi daripada ini, apalagi berkenaan dengan nama 'Yesus'!
Sebagian orang Kristen heran mendapati bahwa teman-teman Muslim kita setuju pada hal ini – yaitu, Allah memilih nama yang cocok. Lantas, kemana pembahasan ini akan membawa kita? Apa potongan teka-teki selanjutnya?
Apakah Anda ingat akan nubuat Yesaya yang kita baca barusan (Yesaya 49:6)? Pemilihan nama yang strategis terencana ini memberikan petunjuk bagi mereka yang bersedia "merenungkan" tanda Allah ini (cf. Surah 30:21). Nama Yesus, yang artinya 'Tuhan adalah keselamatan'dengan pas merangkum isi Yesaya 49:6.
Anda tentu ingat bagaimana PL (Perjanjian Lama) melukiskan kuasa penyelamatan TUHAN yang menyelamatkan orang-orang dalam keadaan bahaya. Dengan cara yang sama, dalam PB (Perjanjian Baru) Mesias digambarkan turut campur tangan dan menyelamatkan orang-orang yang berada dalam situasi yang mengancam jiwa mereka. Menyelamatkan orang-orang dalam situasi terancam seperti ini menegaskan makna namaNya.
1. Yesus menyembuhkan orang sakit, bukan hanya mereka yang sakit ringan saja, tetapi juga mereka yang sakit parah. (Matius 11:5; cf. Surah 5:113)
2. Yesus menyelamatkan murid-muridNya dari ancaman badai yang mengamuk.
3. Bahkan Yesus menyelamatkan orang yang telah melewati ambang kematian, masuk ke liang kubur. (Yohanes 11; Surah 5:113)
4. Yesus menyelamatkan manusia dari dosa. (Lukas 19:1-10)
Seperti yang telah kita baca dari kisah-kisah PL, kita tahu bahwa TUHAN turut campur tangan dan menyelamatkan hamba-hambaNya yang berada dalam situasi berbahaya. Sebagian besar kisah-kisah tersebut berfokus pada penyelamatan fisik, tetapi pada tingkatan yang lebih mendalam, kisah-kisah ini menyiratkan bahwa TUHAN menyelamatkan manusia denganmengampuni dosa mereka. Hal yang sama berlaku juga dalam PB. Yesus bukan hanya menyelamatkan manusia secara fisik, Dia justru menyelamatkan secara spirituil pula. Keduanya mengandung makna penting. TUHAN bekerja melalui Yesus untuk menyelamatkan manusia dari maut (pembebasan fisik) DAN dari dosa (pembebasan spiritual).
Barangkali Anda telah mendapati wawasan-wawasan ini membuka mata Anda. Anda telah belajar bagaimana Muslim mengakui TUHAN yang sesungguhnya mampu membuktikan diriNya lebih besar dari berhala-berhala yang tak berdaya, sehingga IA 'berkuasa untuk menyelamatkan' [Dengan perkataan lain, sifat Tuhan yang paling berkepentingan dan meyakinkan bagi manusia adalah "kuasa penyelamatannya" melebihi sifat-sifat allah selainnya]. Anda juga telah dibuat terkejut melihat Muslim – dalam dialognya dengan orang Kristen – bersedia mengakui nubuat tentang Mesias yang membawa keselamatan TUHAN hingga ke ujung bumi. (Kalaupun mereka tidak setuju, setidaknya mereka bisa merenungkannya!)
Saat kita menelusuri tema keselamatan dari PL dan PB, Anda juga telah dikejutkan karena mengetahui beberapa Muslim mengakui bahwa nama Yesus dipilih oleh TUHAN secara bijaksana – dan namaNya mempunyai arti 'TUHAN adalah keselamatan'. Dan bukan hanya itu, makna nama tersebut tercermin dalam kepribadian Kristus dan pencapaianNya!
Orang-orang Kristen mungkin akan bertanya pada diri sendiri, "Kenapa orang-orang Islam mengakui demikian banyak persamaan dalam kepercayaan kita, namun sangat sulit bagi mereka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat?" Kenyataannya adalah jelas bahwa mereka dapat merasakan dan menghubungkan benang merah tersebut. Tidak diperlukan seorang ilmuwan roket untuk mengetahui kemana arah pembahasan ini. Jika kita membaca Lukas 19:1-10 di mana Yesus menyelamatkan/mengampuni seorang pendosa seperti Zakheus, dia mungkin menghubungkan benang merah hingga ke akhir kehidupan Kristus – yaitu tindak-klimaks penebusanNya (penyelamatan) di kayu salib saat mana DIA menghapus dosa dunia (Yohanes1:29). Ada tiga dari alasan paling umum kenapa Muslim sulit menerima Mesias sebagai Juruselamat adalah:
1. Islam dengan tegas menyangkal bahwa Mesias mati di kayu salib.
2. Muslim menyangkali keilahian Kristus (sebenarnya, ini adalah dosa yang tak terampuni dalam kekristenan).
3. Menjadi seorang Kristen sama saja artinya dengan menjadi seorang yang murtad – sebuah kejahatan yang diancam dengan hukuman mati dalam Islam.
Apa arti semua ini sehubungan dengan pembahasan kita di atas, yakni dalam hal Tuhan Yang Mahakuasa itu berkuasa untuk menyelamatkan? Sebagai kesimpulannya, adalah pertanyaan yang merangkum pembahasan kita: "Apakah Tuhan Juruselamat bangsa Yahudi sama dengan Allah Islam?"
Pada titik ini dalam perjalanan dialog kita, kita mungkin akan mendapati beberapa Muslim justru meninggalkan kita. Menyedihkan buat kita disaat yang paling menentukan ini seseorang berpaling dari kasih TUHAN yang diberikan melalui satu Safi Mediator – kurban Anak Domba Allah, Yesus Kristus.
Saya percaya bahwa Anda, para pembaca, akan menghargai bagaimana sulitnya menjelaskan tentang keselamatan hanya dengan beberapa halaman saja. Harapan saya, pembahasan singkat ini akan membantu orang-orang Kristen dan Islam agar dapat membahas kebenaran yang penting ini dengan cara yang penuh kasih dan saling menghormati. Mari kita ingat bagaimana Yesus berkata pada si perempuan Samaria, 'Allah Bapa mencari orang-orang dari semua suku bangsa untuk menyembahNya dalam roh dan kebenaran.' Para umat Kristiani, marilah kita berdoa agar Roh TUHAN membuka hati dari teman-teman Muslim kita agar mereka dapat mengerti arti keselamatan yang dari TUHAN. Biarlah kita senantiasa waspada terhadap kesempatan-kesempatan untuk melakukan koneksi, ngobrol selayaknya teman sejati (seperti yang ditunjukkan oleh Tuhan kita dalam dialogNya dengan perempuan Samaria di Injil Yohanes pasal 4). Sebagai penutup, marilah kita lihat secara singkat iman monoteistik yang lain, yang dalam banyak hal, sama dengan Islam: agama Samaritanisme.

Apakah Tuhan Orang Samaria (Elohim) Sama Dengan Tuhan Orang Yahudi? (yang juga disebut Elohim)
Barangkali Anda dapat melihat kemiripan antara pertanyaan ini dengan pertanyaan yang kita tanyakan sebelumnya: "Apakah Tuhan dalam Quran (Allah) sama dengan Allah yang disembah oleh umat Kristiani Arab?" Jawaban untuk kedua pertanyaan tersebut, pada awalnya, terlihat sepertinya adalah: "Ya". Tapi mari kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri kita, "Bagaimana Yesus menjawab pertanyaan seperti ini?" Pembacaan yang cermat dari Yohanes 4 menunjukkan bahwa Yesus tidak menjawab secara langsung. Ia berkata terus terang kepada perempuan Samaria itu, "Kamu, orang Samaria, menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi…penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:21-23)
Yesus tidak secara langsung menjelaskan pada perempuan tersebut bahwa pengertiannya (perempuan Samaria) tentang Elohim – nama yang digunakan kedua bangsa bagi Tuhan Mahakuasa – adalah tidak benar. Dia melainkan berkata kepadanya, "Kamu, orang Samaria, menyembah apa yang tidak kamu kenal." Apa yang dikatakan Yesus selanjutnya sangatlah penting. Ia menunjukkan kunci kekurangan pada agama perempuan itu – yaitu "keselamatan datang dari bangsa Yahudi!" Samaritanisme, seperti Islam, membanggakan diri sebagai monotheistik. Selama bertahun-tahun mereka menjauhkan diri dari sepupu Yahudi mereka, sehingga mereka semakin terputus dari (dan tidak menyadari) tema keselamatan seperti yang diajarkan para nabi. Tema ini hanya dapat dipahami bila seseorang membaca sendiri nubuat tentang Mesias. Nubuat-nubuat khusus ini tercatat dalam kitab suci yang dicap merusak dan tidak patut dibaca oleh pemimpin agama orang Samaria, yakni semua nubuatan yang ditulis setelah Pentateuch.
Istri saya menggunakan sebuah analogi untuk menjelaskan pertanyaan yang membingungkan tentang identitas sebenarnya dari Dia yang disebut Tuhan oleh para pengikut aliran monotheisme yang berbeda-beda. Apakah Dia Allah SWT atau Elohim? Anggaplah biografi Nelson Mandela ditulis oleh seorang penulis yang jujur dan objektif. Kemudian seorang penulis yang tidak jujur juga menulis sebuah biografi yang memberikan potret yang menyimpang mengenai Mandela. Sekalipun kedua biografi tersebut memang menggunakan nama yang benar (secara tampak luarnya), tetapi satu dari kedua biografi tersebut memang tidak menceritakan Mandela yang asli.
Analogi ini juga menjelaskan tentang tingkat kepalsuan atau pemalsuan yang lebih baik. Sebuah biografi palsu yang jelas-jelas berbeda dari apa yang diketahui semua orang mengenai Mandela, pasti tidak akan laku terjual. Biografi tersebut harus ditulis sedemikian rupa sehingga mendekati kebenaran agar terkesan masuk akal. Dalam kasus kejahatan pemalsuan uang, semakin mirip uang palsu tersebut dengan uang aslinya, semakin mudah seseorang tertipu. Di bagian awal, kita melihat bagaimana pertanyaan ini semakin sering diajukan: "Apakah orang Kristen dan Muslim menyembah Tuhan yang sama?" Sekarang, saat kita menutup pembicaraan ini, saya percaya Anda kini menyadari betapa pentingnya pertanyaan ini.
Maka inilah kesimpulan dari rangkuman keseluruhan pembahasan kita: Tanda atribut TUHAN yang selalu dipakai dan yang paling menonjol, yang membedakan DIA sebagai TUHAN yang sesungguhnya, adalah DIA 'berkuasa untuk menyelamatkan'. DIA adalah satu-satunya Juruselamat. Tepatnya kriteria inilah yang dipakai Yesus pada orang Samaria ketika Dia berkata, "Kamu, orang Samaria, menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi…"(Yohanes 4:22; huruf tebal ditambahkan untuk penekanan)

batalkan hari membakar qur'an


Batalkan Hari "Membakar Qur’an"!*

Ketika sikap tidak bertanggung-jawab bertemu dengan sikap tidak rasional

Sebagai pendiri dan direktur Answering Islam, saya menolak dan mengecam himbauan untuk membakar Qur’an yang diserukan oleh Pendeta  Terry Jones.
Walaupun  saya menyadari pentingnya membongkar dan memaparkan kepalsuan Qur’an dan aspek-aspek yang jahat dari Islam – dan Answering Islam telah melakukannya selama lebih dari 15 tahun – Hari Membakar Qur’an ini gila, tidak bertanggung-jawab dan tidak mencerminkan sikap kristiani berdasarkan beberapa alasan.
Kegilaan
Selama era  komunis, rejim totaliterian di Uni Soviet, Rumania, Vietnam dan negara-negara komunis lainnya menghancurkan ratusan ribu Alkitab (dibakar, disobek-sobek dan dijadikan kertas toilet). Tetapi penghancuran-penghancuran Alkitab itu tidak pernah membuat seorang Kristen (atau non-Kristen) percaya bahwa Alkitab itu salah atau jahat. Penghancuran fisik hanya menjadikan Alkitab lebih berharga dan banyak orang telah mempertaruhkan hidup mereka untuk memperoleh Alkitab atau memberikan Alkitab kepada gereja-gereja yang dianiaya.
Gagasan tidak dapat diperangi dengan cara membakar buku-buku yang menulis tentang gagasan tersebut. Gagasan dan ideologi harus diperangi dengan memberikan argumen-argumen yang benar dan tepat. Gagasan dan ideologi hanya dapat dikalahkan dengan cara mengekspos kesalahan-kesalahan dan/atau imoralitas yang terkandung di dalamnya.
Dengan membakar buku apapun – apakah itu Alkitab, Qur’an atau Manifesto Komunis – orang yang membakar buku/kitab tersebut tidak mengekspos apapun mengenai natur buku itu; ia hanya semata-mata menunjukkan dirinya sebagai orang yang fanatik dan orang biadab yang tidak berbudaya.
Membakar Qur’an adalah gila, karena hal itu tidak akan meyakinkan seorang Muslim pun bahwa Qur’an itu salah. Itu hanya akan meningkatkan komitmen dan pengabdian mereka kepada Islam.
Pemahaman ini mestinya cukup kuat untuk mendukung bahwa membakar Qur’an adalah ide yang buruk dan kegiatan itu harus dibatalkan.
Walaupun pembakaran Qur’an tidak akan menerangi apapun, namun pasti akan menghasilkan banyak api.
Tidak bertanggung-jawab
Keinginan saya adalah agar dunia Muslim menyadari kegilaan tindakan ini dan bertindak dewasa. Apakah Terry Jones benar-benar berpikir bahwa Islam dapat dikalahkan hanya dengan membakar Qur’an? Tertawailah dia. Adakan unjuk rasa damai. Buatlah lelucon mengenai dirinya. Buatlah olok-olokan mengenai dia, namun tetap bersikap damai. Biarlah Tuhan yang menghakimi, oleh karena anda sadar bahwa Allah adalah Tuhan Pencipta alam semesta, Yang Maha Kuasa, dan Sang Hakim Utama, maka yakinlah bahwa Ia akan menghakimi dengan adil.
Bayangkan: Terry Jones ingin mengekspos kejahatan Islam – dan orang-orang Muslim tetap berikap ramah dan damai dan membiarkan tingkahnya menjadi sebuah kegagalan absolut. Itu akan sangat menakjubkan!
Sedihnya, tidak mesti orang jadi nabi untuk memprediksi bahwa akan ada ratusan ribu orang Muslim di seluruh dunia, jika tidak jutaan, yang tidak akan mempunyai kedewasaan ini, namun pasti mereka akan melakukan kerusuhan dan membunuh banyak orang yang tidak bersalah sebagai balas dendam oleh karena kegilaan satu orang di tengah masyarakat Amerika.
Ada laporan bahwa kelompok Muslim radikal di Nigeria, Pakistan, Indonesia dan negara-negara lain sedang bersiap untuk melampiaskan balas dendam mereka terhadap orang-orang Kristen setempat yang tidak bersalah. Kebencian mereka terhadap orang Kristen dan orang-orang tidak beriman lainnya sudah ada lama sebelum hal ini, tetapi peristiwa ini memberi mereka wacana dan "pembenaran" religius untuk mewujudkan kebencian dalam hati mereka dengan membunuh orang-orang Kristen dan menghancurkan rumah-rumah mereka dan merasa bahwa dengan melakukan hal itu mereka sedang memulihkan kehormatan Islam. Membunuh banyak orang yang tidak berdosa oleh karena kegilaan satu orang – ribuan mil jauhnya – yang membakar sebuah buku? Ini mentalitas yang benar-benar gila. Ini tidak rasional, tetapi sebuah realita yang menyedihkan dan jahat.
Lima tahun yang lalu, "kartun-kartun Muhammad" yang menggambarkan kekejaman Islam dipublikasikan di sebuah surat kabar Denmark. Alih-alih melakukan refleksi atas pertanyaan mengapa orang mendapatkan kesan semacam itu dan mengadakan debat sipil mengenai hal ini, dunia Muslim mengamuk dan ini menegaskan klaim bahwa Islam memang benar kejam. Kemungkinan besar, kisah sedih ini kini akan terulang kembali.
Sementara orang-orang Barat bisa saja memikirkan hal ini dalam kategori benar dan salah, dinamikanya berbeda di banyak kebudayaan Islam; disana perkara ini berkenaan dengan kehormatan, malu dan kekuasaan.
Jika orang Muslim tidak mampu mencegah pembakaran Qur’an di Amerika, mereka akan merasa terekspos sebagai kaum yang tidak berdaya dan oleh karena itu mereka akan merasa "dipermalukan". Oleh karena itu, mereka akan berusaha untuk mengatasi penghinaan ini dengan cara menunjukkan diri berkuasa di tempat-tempat lain dan akan menghancurkan serta membunuh apapun yang kelihatannya "Kristen" sebagai balas dendam untuk menegakkan kembali "kehormatan kekuasaan".
Walaupun saya tidak dapat melihat bagaimana kekerasan dan pembunuhan orang-orang yang tidak berdosa akan menegakkan kehormatan orang-orang Muslim atau Islam, beberapa (banyak?) orang Muslim nampaknya berkelakuan atas dasar psikologi yang miring seperti itu.
Oleh karena realita-realita tersebut, membakar Qur’an bukan saja gila, namun benar-benar bodoh. Kecuali ada mujizat terjadi, tidak pelak lagi hal ini akan mengakibatkan pertumpahan darah banyak orang yang tidak berdosa.
Darah itu akan menjadi tanggung-jawab orang-orang Muslim dan para pemimpin mereka yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan pembunuhan ini. "Kamulah yang menyebabkan aku melakukannya" tidak dapat menjadi alasan. Setiap orang Muslim akan memutuskan sendiri apakah ia akan menyerang orang-orang yang tidak berdosa atau tidak, dan akan bertanggung-jawab atas darah yang ia tumpahkan. Saya mempunyai sedikit harapan bahwa Islam tidak akan kembali menunjukkan dirinya sebagai sesuatu yang jahat. Namun demikian, Pendeta Jones bersikap bodoh dan tidak bertanggung-jawab jika melakukan hal itu. Itu sama bodohnya dan tidak bertanggung-jawab jika mengusili ular derik yang beracun atau seekor beruang liar saat ada anak-anak kecil yang tidak berdaya berdiri di dekatnya, dan kemungkinan besar akan menjadi korban dari tindakan ini.
Seakan-akan kita sedang menyaksikan sebuah pertandingan ketidakwarasan. Apakah orang Muslim benar-benar ingin memenangkannya dan menunjukkan diri sebagai pihak yang paling tidak waras dari semua?
Sebagai kritik terhadap Islam: tidak ada orang yang dapat memerangi irasionalitas dengan sikap tidak bertanggung-jawab. Membakar Qur’an sama seperti berusaha memadamkan api dengan cara menyiramkan bensin ke atasnya. Padamkanlah api itu dengan menggunakan air dan bukan gas. Tidak ada cara lain selain dari mengadakan perbincangan intelektual yang beradab mengenai hal-hal yang tidak disepakati. Ini memerlukan studi dan analisa yang cermat dan pikiran yang jernih. Membuat debat menjadi emosional tidak akan menolong siapapun.
Saya menghimbau Terry Jones untuk bersikap sebagai seorang laki-laki, menunjukkan diri mau belajar dan melakukan hal yang benar dan terhormat, yaitu: meminta maaf karena telah membahayakan banyak orang yang tidak berdosa dengan bersikap demikian dan membatalkan "Hari Membakar Qur’an".
Apapun yang akan dilakukan oleh Mr. Jones, saya menghimbau agar para pemimpin Muslim mengabaikan rencananya itu sebagai sebuah tindakan yang bodoh yang tidak dapat membahayakan Islam dan tidak masuk ke dalam kompetisi ketidakwarasan. Menolak untuk merasa terhina. Kalian mempunyai kesempatan untuk menunjukkan bahwa Islam itu lebih baik daripada reputasinya – jika tidak maka kalian akan mengkonfirmasi pengharapan terburuk dari dunia yang sedang menyoroti Islam. Mengetahui bahwa membunuh orang-orang yang tidak berdosa dapat jauh lebih menodai kehormatan Islam daripada yang diakibatkan oleh pembakaran Qur’an. Tentunya kalian menyadari adanya pertentangan yang luas terhadap rencana ini oleh banyak orang Kristen dan juga orang sekuler bukan? Jangan memberikan penghormatan kepada Terry Jones sedang ia tidak pantas menerimanya. Ia tidak merepresentasikan orang-orang Kristen, tidak juga Amerika, tidak juga "Barat".
Oleh karena orang Muslim terus menerus berbicara mengenai Islam sebagai agama keadilan dan bagaimana Islam menentang semua ketidakadilan, bagaimanakah orang dapat percaya pada kalian selain sejumlah kecil orang gila melihat sejumlah besar orang Muslim menyerang orang-orang yang tidak berdosa oleh karena perbuatan orang lain? Ini akan menjadikan pengajaran kalian sebagai bahan olokan dan akan memperlihatkan bahwa Islam adalah agama ketidakadilan yang jahat.
Mengapa "Hari Membakar Qur’an" tidak alkitabiah dan dengan demikian tidak kristiani
Banyak orang Kristen ternama yang telah mengutuk rencana untuk membakar Qur’an ini, dan telah mengemukakannya dengan jauh lebih jelas daripada yang saya lakukan. Berikut ini adalah beberapa "link" untuk tanggapan-tanggapan tersebut:
Ijinkanlah saya menambahkan beberapa pemikiran:
Pertama, tidak ada satupun perintah ataupun himbauan dari Yesus atau para rasul-Nya untuk menghancurkan kuil-kuil pagan, simbol-simbol atau kitab-kitab religius. Teladan Yesus dan para rasul secara konsisten berbicara menentang hal itu. Kedua, Yesus dan gereja mula-mula secara reguler menghadapi oposisi keras dari orang-orang Yahudi maupun kaum pagan baik sebelum dan semasa kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis. Kitab-kitab tersebut harus dibaca dengan latar-belakang penganiayaan. Tapi apakah yang dikatakan oleh kitab-kitab Perjanjian Baru itu?
Kamu telah mendengar firman: 'Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.' Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Tuhanpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. (Matius 5:43-48)
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. (Kolose 4:6)
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat. (1 Petrus 3:15)
Dan masih banyak lagi ayat yang dapat ditambahkan disini. Perjanjian Baru sangat konsisten dalam pemberitaannya. Perjanjian Baru memuat kata-kata yang jelas mengkritik dan menghakimi penyembahan berhala dan imoralitas, tapi tidak pernah menghimbau untuk melakukan kekerasan terhadap orang-orang yang tidak percaya atau menghancurkan bangunan-bangunan atau simbol-simbol atau kitab-kitab suci mereka.
Dua bagian Alkitab berikut ini nampaknya relevan untuk konteks ini:
Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.  Lalu mereka pergi ke desa yang lain. (Lukas 9:51-56)
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Tuhan, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:14-21)

Thursday, April 4, 2013

flash disk


Tips Merawat Flashdisk dengan Benar

Submitted by  on Jan 13, 2013 – 18:27No Comment | 5,595 views
Flashdisk pada jaman sekarang ini memang sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Ini dikarenakan flashdisk yang mudah dibawa keman saja dan juga praktis. Flashdisk mempunyai bentuk yang kecil namun mampu menyimpan data yang besar hingga mencapai 32 GB bahkan lebih. Namun terkadang karena bentuknya yang kecil ini membuat flashdisk menjadi riskan untuk rusak, dan hilang. Untuk itu diperlukan cara dan perlakuan yang khusus untuk flashdisk agar awet dan tahan lama. Berikut ini ada beberapa tips untuk merawat flashdisk anda agar flashdisk menjadi awet dan tahan lama sehingga anda tidak perlu sering-sering mengganti flashdisk anda dengan yang baru.cara merawat flashdisk
Untuk merawat dan menjaga flashdisk, kita perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:
  • Simpanlah flashdisk di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan juga kering. Ini akan memudahkan anda untuk mencari flashdisk anda dan flashdisk anda juga terawat. Jangan menyimpan flashdisk di dekat medan magnet karena akan memicu kerusakan pada flashdisk yaitu di penyimpanannya.
  • Jagalah selalu tutup flashdisk anda karena tutup flashdisk akan melindungi flashdisk dari karat, dan juga kotoran yang akan mengganggu kebersihan flashdisk.
  • Gunakan gantungan tali untuk flahdisk agar anda mudah memegangnya. Ini diperlukan karena flashdisk yang bentuknya kecil sering jatuh sehingga akan memicu kerusakan flashdisk.cara merawat flashdisk
  • Jangan terlalu sering memformat flashdisk anda. Ini akan menyebabkan flashdsik anda menjadi berkurang kapasitas penyimpanan dan juga akan menyebabkan flashdisk anda cepat rusak.
  • Jika ingin mengedit atau membuka file, usahakan bukalah lewat harddisk. Jika kita terlalu sering mengedit file menggunakan flashdisk, maka flashdisk anda akan cepat panas dan akan terjadi proses yang terus menerus pada flashdisk dan akan menyebabkan flashdisk anda cepat rusak.
  • Saat akan mencabut flashdisk, pastikan anda sudah terlebih dahulu meng-eject flashdisk tersebut. Jika kita sering mencabut flashdisk sebelum mengeject flashdisk tersebut dari computer, maka kemungkinan file yang ada di dalam flashdisk akan menjadi rusak dan akan mempercepat flashdisk anda menjadi error.cara merawat flashdisk
  • Scan flashdisk secara berkala untuk menghindari flashdisk terjangkit virus yang tidak diinginkan. Virus bisa merusak flashdisk kita karena akan memasuki system dan bisa berbuat apa saja.
Mungkin itulah beberapa tips untuk merawat dan menjaga flashdisk anda dari kerusakan atau error. Jika kita selalu merawat flashdisk, maka flashdisk kita akan menjadi awet dan tidak mudah rusak.

peralatan komputer


Peralatan Komputer yang Wajib Dimiliki oleh Seorang Teknisi Komputer

s
Peralatan komputer merupakan senjata utama yang wajib dimiliki seorang teknisi komputer. Sebagaimana yang telah kita ketahui profesi sebagai teknisi komputer memang sangat populer di mata masyrakat beberapa waktu terakhir ini. Hal ini dikarenakan, prospek yang sangat cerah untuk profesi ini dan masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai komputer. Sehingga seorang teknisi komputer dapat dikatakan sebagai ladang emas.
Alat Teknisi Komputer
Seorang teknisi komputer yang handal wajib memiliki pengetahuan yang luas dibidang teknologi, oleh sebab itu tidak heran jika orang yang menggeluti profesi sebagai teknisi komputer dapat dikatakan sebagai salah satu ahli dibidang teknologi informasi.
Sebagaimana yang telah disebutkan pada kalimat di atas, bahwa seorang teknisi komputer merupakan seorang tenaga ahli di bidang teknologi informasi, pernyataan tersebut mengakibatkan  banyaknya perusahaan atau instansi yang sangat membutuhkan jasanya. Perusahaan atau instansi berani memberikan upah yang tinggi untuk seorang teknisi komputer. Oleh sebab itu seorang teknisi komputer di wajibkan untuk memiliki dukungan yang sangat memadai entah itu pada bagian peralatan komputer atau pun yang lainnya untuk memperbaiki sebuah komputer.
Berikut ini saya akan memberikan beberapa contoh peralatan yang wajib untuk dimiliki oleh seorang teknisi komputer.
1) Software untuk Memperbaik Komputer
Software ini merupakan alat yang sangat penting dan juga mendasar untuk profesi ini. Kebanyakan kerusakan komputer yang terjadi, disebabkan oleh viris, mallware, dan juga yang lainnya, sehingga dapat merusak sistem operasi atau software yang ada di dalam komputer. Untuk memperbaikinya Anda memerlukan software untuk mendiagnosa dan memperbaiki komputer Anda, sebagai contoh CD antivirus, CD Installer Windows, Ultimate Boot CD, DVD Driverpack Solution, Rescue CD, dan lain lain.
2) Hand Tools & Perlengkapan Komputer
Kotak yang berisi peralatan seperti tang, obeng, pinset, dan sebagainya ini sangat besar manfaatnya untuk membantu Anda dalam memperbaiki komputer. Sementara itu perlengkapan komputer yang Anda perlukan untuk membantu Anda dalam menservis komputer  adalah Sound Card, LAN Card, VGA CARD, hardisk external, kabel SATA, Portable CD/DVD ROM, dan lain lain.
3) Alat Pembersih Debu
Memang alat pembersih debu ini sekilas memiliki fungsi kurang menonjol, akan tetapi komputer Anda sangat memerlukan alat ini untuk membersihkan debu yang menempel pada komponen. Debu debu yang menempel pada setiap komponen atau hardware Anda dapat menjadikan performa komputer Anda menurun.
Peralatan komputer di atas merupakan beberapa peralatan yang saya anggap penting untuk menunjang kinerja Anda sebagai teknisi komputer. Semoga sedikit artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda untuk mendukung aktivitas dalam memperbaiki komputer. Saya juga berharap peralatan komputer di atas dapat mempermudah Anda dalam mengerjakan service komputer klien Anda.

penyebab dan cara mengatasi kinerja komputer lambat


 Penyebab Dan Cara Mengatasi Kinerja Komputer Lambat

Kinerja komputer lambat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mempunyai komputer dengan kinerja yang tangguh memang idaman semua orang, karena hal tersebut dapat memudahkan serta memperlancar kita dalam mengoperasikan sebuah komputer. Bagi anda yang memiliki komputer dirumah dan terasa lambat pada saat digunakan sehingga kurang efektif untuk melakukan aktivitas anda dalam mengoperasikan komputer, mungkin anda saat ini sudah saatnya mengetahui penyebabnya dan cara mengatasi komputer lambat agar anda dapat melakukan pemecahan masalah pada komputer anda.
kinerja komputer lambat
Beberapa hal yang mungkin dapat anda ketahui penyebab komputer lambat adalah sebagai berikut :
  • Minimnya kapasitas RAM
Lakukan pengecekan RAM pada komputer anda, apakah kapasitas tersebut sudah memadai dengan menyesuaikan kebutuhan anda dalam mengoperasikan komputer. Cara melakukan pengecekan kapasitas RAM dapat anda lakukan melalui menu “Run” ketik dxdiag tekan enter. Akan muncul tampilan informasi seputar komputer anda. Untuk langkah sederhana setidaknya kapasitas RAM anda minimal sebesar 1GB untuk kebutuhan pengoperasian standart yang tidak terlalu menggunakan sebuah aplikasi yang berat.
  • Banyaknya Program Pada Komputer
Selain dari sisi RAM, penyebab komputer lambat juga dapat terjadi karena banyaknya program yang terinstal pada komputer anda. Untuk lebih baiknya mengatasi hal tersebut, bijaksanalah dalam menginstal program dengan mengambil tindakan menginstal program pada komputer yang anda butuhkan saja. Untuk program yang jarang-jarang anda butuhkan atau hanya sebagai pelengkap saja sebaiknya lakukan uninstal sebab hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab kinerja komputer menjadi lambat.
  • Terinfeksi Virus
Lakukan pemeriksaan yang rutin pada komputer anda dari ancaman virus yang dapat membahayakan komputer anda. Mugkin hal ini yang sering dialami oleh pengguna komputer yang sering mencolokkan sebuah flasdisk dari satu komputer ke komputer lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut selalu lakukan scan pada komputer dan setiap flasdisk yang anda gunakan. Gunakan antivirus yang bisa anda dapatkan banyak sekali di internet.
  • Hardware Overheat
Kinerja komputer menjadi lambat dapat pula disebabkan karena hardware overheat baik itu terjadi pada vga card, hardisk, cpu atau processor. Pastikan sirkulasi udara pada komputer anda berjalan lancar.Bila pada hardware mengalami overheat bahkan komputer akan hang atau restart dengan sendirinya. Jadi cek pada sirkulasi udara pada CPU anda termasuk kipas harus berjalan dengan mulus dan lancar. Sebaiknya lakukan juga pembersihan hardware pada CPU dari debu.
  • Security program
Security program merupakan salah satu program yang harus ada pada komputer yaitu antivirus dan firewall. Namun jangan sembrono melakukan penginstalan yang berlebihan misal menginstal lebih dari 2 program antivirus. Point penting untuk masalah security windows adalah dengan melakukan update. Instal antivirus yang menurut anda bagus dan tidak terlalu membebani komputer anda.
Dari beberapa ilustrasi diatas mungkin juga masih ada penyebabnya yang lain, seperti kapasitas hardisk yang terlalu penuh dengan isi file atau program. Sedikit gambaran diatas merupakan hal yang sering terjadi pada komputer meskipun mungkin masih banyak penyebab yang lainnya. Semoga sedikit informasi diatas dapat memberikan pencerahan yang bermanfaat bagi kita semua terkait penyebab dan cara mengatasi komputer lambat.