Showing posts with label PKN. Show all posts
Showing posts with label PKN. Show all posts

Tuesday, September 1, 2015

Evolusi Sosial Budaya

Evolusi Sosial Budaya


Teori Evolusi mula-mula dikembangkan dalam biologi.Tokohnya anatara lain C.H.Darwin yang mengemukakan teori mengenai pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis makhluk hidup.Menurut teori ini,makhluk hidup berevolusi mengikuti huku alam.Makhluk hidup berkembang dari bentuk-bentuk yang sangat sederhana seperti makhluk hidup ber sel satu,menuju tahapan yang paling kompleks seperti makhluk hidup yang kita kenal sekarang ini.
   Teori evolusi ini kemudian dipinjam oleh ahli-ahli Ilmu sosial,termasuk ahli Antropologi,untuk mempelajari sejarah pertumbuhan dan perkembangan sosial budaya manusia yang ada di muka bumi.Menurut teori ini,kehidupan sosial budaya manusia pun berkembang mengikuti hukum alam,setahap demi setahap dari tahapan yang sangat sederhana menuju tahapan yang paling maju dan kompleks.
   Teori-teori sosial budaya yang dikembangkan oleh para ahli antropologi sangat beragam,baik dasar pemikirannya maupun objek atau unsur yang akan dianalisis.Akibat keberagaman tersebut,antara teori yang satu dapat bertentangan dengan teori yang lainnya.Hal ini dapat menimbulkan adanya semacam aliran,menurut tokoh beserta teori yang bersangkutan.
   L.H.Morgan dan E.B.Taylor adalah dua orang ahli antropologi yang mengembangkan aliran teori evolusi linier.Mereka menyatakan bahwa sosial budaya umat manusia di dunia berkembang secara paralel pada tahapan-tahapan yang sama.Sebagai contoh,menurut E.B.Taylor sosial budaya manusia berkembang dari tahapan liar (savage),biadab (barbarism),dan akhirnya menjadi beradab (civilzation)
   J.J.Bachofen dari Jerman yang semula mendalami kesarjanaannya di bidang hukum,mengembangkan teori evolusi secara khusus,yaitu evolusi keluarga manusia.
menurut J.J.Bachofen,bentuk keluarga yang paling tua adalah promiscuitet (tanpa ikatan perkawinan,mengadakan hubungan secara seksual secara bebas seperti pada masyarakat binatang) bentuk promiscuitet berkembang menjadi bentuk keluarga matriachte (hukum keibuan),dan matriachte berkembang menjadi patriachate (hukum kebapakan).Pendapat J.J.Bachofen sangat diragukan kebenarannya sehingga banyak ahli antropologi yang menyangkalnya.Termasuk pranata hukum keibuan dan kebapakan,banyak ahli antropologi meragukan kenyataannya dalam kehidupan masyarakat
    H.Spencer seorang ahli sosiologi dan L.A.White seorang ahli antrpologi dari Amerika mengembangkan teori evolusi disebut teori evolusi multilinier.Namun berbeda dengan aliran evolusi linier,kedua orang sarjana disebut belakangan menyatakan bahwa kehidupan sosial budaya masyarakat didunia berkembang sendiri-sendiri pada tingkatan yang berbeda-beda.Contohnya,sekarang ini ada masyarakat yang budayanya sedemikian maju,tapi ada sebaliknya ada yang masih sederhana seperti pada tahap awal perkembangannya. 

Faktor-Faktor Penunjuang Integrasi Nasional

Faktor-Faktor Penunjuang Integrasi Nasional


Faktor-Faktor yang menunjuang Integrasi Nasional Indonesia adalah sebagia berikut.
  1. .Adanya faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
  2.  Adnyan keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam sumpah Pemuda 
  3.  Adanya rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia,sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut,menegakkan dan mengisi kemerdekaan.
  4. Adanya rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara,sebagaimana telah dibuktikan oleh banyaknya Pahlawan bangsa yang gugur di Medan Perjuangan.
  5.  Adanya kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi
  6. Kemerdekaan,Pancasila dan UUD 1945,Bendera Merah Putih,Lagu Kebangsaan Indonesia Raya,Bahasa Kesatuan Bahasa Indonesia,dan sebagainya.
  7. Adanyan simbol kenegaraan dalam bentuk Garuda Pancasila,dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional di Indonesia

Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional di Indonesia


Faktor-Faktor yang menjadi Penghambat Integrasi Nasional di Indonesia adalah sebagai berikut:
Masyarakat Indonesia yang sangat beraneka ragam (heterogen) dalm faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya,bahasa daerah,agama yang dianut ras,dan sebagainya.
Wilayah yang begitu luas,terdiri dari ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.

Besarnya ancaman,tantangan,halangan dan gangguan yang menrongrong keutuhan,kesatuan dan persatuan bangsa,baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri.
Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di kalangan masyarakat.dampaknya akan timbul dalam berbagai gejalah seperti SARA,gerakan separatisme dan kedaerahan,atau demontrasi dan unjuk rasa.

Adanya paham "etnosentrisme" di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan sebaliknya menganggap rendah budaya suku bangsa yang lainnya.
Lemahnya nila-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa,baik melewati kontak langsung maupun tak langsung.Kontak langsung antara lain melalui unsur-unsur pariwisata,sedangkan kontak tak langsung antara lain melalui media cetak (majalah dan tabloid) atau media elektronika (televisi,tape recorder,film,radio).hal itu akan berdampak adanya westernisasi atau gaya hidup kebarat-baratan,pergaulan bebas,penyalahgunaan narkotika dan lain sebagainya.


Pancasila sebagai salah satu isi Kebudayaan Nasional

Pancasila sebagai salah satu isi kebudayaan Nasional yang berfungsi dalam proses Integrasi Nasional


 Sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia,Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang dijadikan dasar sikap dan perilaku seluruh masyarakat Indonesia.Nilai-nilai luhur ini dijabarkan dalam butir-butir P4,baik jumlahnya yang 36 butir maupun 45 butir.
   Pancasila juga berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.hal ini berarti secara filosofis,bangsa Indonesia hendaknya berwawasan sama.Berpandangan jauh ke depan,tetapi tetap berakar kepada kepribadian sendiri.Sebagai Insan yang seang membangun,bangsa indonesia harus menjadi manusia modern tetapi tetap berwawasan pancasila.Seluruh pandangan dan pola pikirnya tetap berazaskan Pancasila. Pancasila adalah Ideologi bangsa dan negara,melandasi,membimbingi,dan mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuan Nasional.
     Pancasila pun merupakan dasar negara.Ini berarti negar Indonesia semenjak diproklamirkan pada tahun 1945,harus tetap berdiri kokoh dengan dasar negaranya : Pancasila.Rakyatnya boleh berkembang dan bertambah,negaranya terus membangun dan berubah sesuai dengan pola perencanaan pembangunan,pemerintahannya silih berganti sesuai dengan keputusan MPR,tetapi dasar negarnya tetap utuh:Pancasila
   Pancasila sebagai pedoman hidup,sebagai pandangan hidup,dan dasar negara,juga sebagai sumber hukum bagi setiap prosedur hukum bangsa Indonesia.Kesemuanya itu mencerminkan perwujudan integrasi perwujudan integrasi nasional bangsa indonesia.

Pengertian Integrasi Nasional


Pengertian Integrasi Nasional

Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional mempunyai dua pengertian dasar,yakni integrasi dan nasional.Integrasi berasal dari kata Latin yakni integrate yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,integrasi berarti pembauran hingga menjadi kesatuan yang bulat dan utuh.
Kata Nasional berasal dari kata nation (Inggris) yang berarti bangsa.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,Integrasi nasional mempunyai arti sebagai berikut.
Secara politis,integrasi berarti proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
Secara antropologis,integrasi berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.
   Howard Wriggins,seorang ahli sosiologi,menyatakan bahwa pengertian nasional sudah mengandung adanya integrasi bangsa.Artinya,pernyataan unsur-unsur yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi kesatuan yang lebih utuh.Atau dengan kata lain,nasional berarti berpadunya unsur-unsur masyarakat yang kecil dan banyak jumlahnya itu menjadi satu kesatuan bangsa.   Pertanyaan kita sekarang adalah faktor apakah yang mendorong terjadinya proses perpaduan itu.Menurut seorang ahli sosiologi dari Perancis yang bernama Ernest Renant,proses perpaduan itu timbul akibat adanya kesadaraan,hasrat dan kemauan untuk bersatu.Kemauan untuk bersatu atau to be come together itu muncul akibat adanya berbagai kesamaan,antara lain nasib yang sama dalam perjalanan sejarah.

    Berangkat dari pengertian-pengertian di atas,dapat kita simpulkan bahwa integrasi nasional bangsa indonesia adalah hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai satu bangsa yakni bangsa indonesia.Hasrat dan kesadaraan untuk bersatu sebagai satu kesatuan bangsa itu resminya direalisasikan dalam satu kesepakatan atau konsensus nasional melalui sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
   Kami putra dan putri Indonesia mengaku:
bertanah air satu,tanah air indonesia.
berbangsa satu,bangsa Indonesia.
berbahasa satu,bahasa Indonesia.
   Kemauan untuk bersatu itu disadari benar oleh para perintis kemerdekaan bangsa Indonesia,karena mereka menyadari begitu heterogennya masyarakat dan budaya bngsa ini.Itulah sebabnya bentuk negara sebagai salah satu perwujudan integrasi nasional adalah negara kesatuan republik indonesia.Adapun perwujudan integrasi nasional masyarakat dan budaya bangsa Indonesia yang heterogen itu diungkapkan dlam semboyan BhinnekaTunggal Ika.